Untuk itu, Kemenpora RI bekerjasama dengan Generasi Muda Desa Nusantara mengadakan pelatihan anti kader pemuda di Provinsi Banda Aceh.
Pelatihan yang dilakukan hingga 23 September itu akan digelar di lima kabupaten yang berbeda, meliputi Kabupaten Aceh Jaya , Bireun, Banda Aceh, Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya
Pelatihan kader pemuda anti narkoba yang dihadiri dan dibuka secara langsung Wakil Bupati Aceh Jaya , Teuku Yusri Sofyan. Dalam sambutannya, ia kembali menekankan, bahwa kejahatan narkoba harus ditanggulangi bersama.
Tidak hanya pemerintah, tapi generasi muda juga harus aktif dan terus menghambat barang haram tersebut. "Narkoba ini kegiatan setan yang diharamkan agama. Pemerintah daerah Aceh Jaya harus bersinergi dengan pemuda anti narkoba untuk menanggulanginya," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (15/9).
Mengusung tema, 'Bahaya Narkoba dan Pencegahannya', pelatihan ini akan digelar di dua lokasi yang berbeda, yaitu di Aula Setdakab lama dan Aula Serba Guna Kecamatan Jeunib dengan jumlah peserta sebanyak 400 orang yang ikut pelatihan kader pemuda anti narkoba yang diinisiasi Kemenpora RI bekerjasama dengan Generasi Muda Desa Nusantara ini.
Assisten Deputi bidang Peningkatan Wawasan Pemuda Kemenpora , Arifin, mengatakan, pelatihan di lima kabupaten se Banda Aceh yang merupakan tindaklanjut dari Pengukuhan Kader Inti Anti Narkoba yang dilaksankan awal bulan September lalu.
"Ini (pelatihan) adalah lanjutan dari pasca Pengukuhan 200 Kader Inti Anti Narkoba yang sudah dikukuhkan pada 4 September kemarin. Hadirnya 200 kader inti itu diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat yang paling muda yang akan menjadi bahaya narkoba," sambung Arifin.
Sumber: Akurat.co
Editor: Emir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar